TEKS ULASAN "Kejenakaan Remaja Yang terangkat pada Film 'Suckseed'"

Contoh Teks Ulasan Bahasa Indonesia



Kejenakaan Remaja Yang terangkat pada Film “Suckseed”

Sutradara                     : Chayanob Boonprakob
Produser                      : Chenchonnanee
Penata Musik              : Genie Records
Tanggal Rilis               : 17 Maret 2011
Negara Pembuat          : Thailand
Thailand merupakan salah satu negara yang sangat jago dalam dunia perfilman. Salah satu film yang cukup menarik yaitu film “Suckseed”. Film yang disutradarai oleh Chayanob Boonprakob ini mampu membuat para penontonyya tertawa dari awal hingga akhir. Karena memang genre dari film ini adalah romantic comedy serta musikal (khususnya musik rock). Namun, walaupun film ini memiliki genre romantic, namun adegan – adegannya kebanyakan bertema persahabatan.
            Film ini mengikuti kejenakaan dari tiga siswa sekolah menengah di Thailand yang membentuk grup musik rock untuk mengesankan si gadis. Meskipun ada upaya dari mereka, band yang mereka mainkan buruk dan anggota secara teratur berakhir sebagai pecundang.
Berdasarkan bagian proyek film pendek dari tesis Chayanop tentang sekelompok anggota muda yang berkinerja buruk tetapi bersikeras mencoba, film ini memiliki tema mimpi remaja, persahabatan, percintaan, dan ekspresi mereka melalui musik, dan termasuk potongan lagu-lagu rock populer diselingi dalam narasi serta cameo oleh beberapa musisi terkenal. Sehingga cukup menarik untuk ditonton para remaja.
Lelucon – lelucon pada film ini juga cukup manusiawi, apa adanya, dan seolah – olah tidak mengada – ada. Tidak seperti film – film amerika yang leluconnya agak garing. Adegan – adegan yang dimainkan juga sesuai dengan realita para remaja jaman sekarang. Sehingga cukup mengena pada penontonnya.
Para pemain juga memerankan tokoh mereka dengan sangat menjiwai. Terutama disaat mereka melakukan adegan bermain musik. Akting yang mereka lakukan seolah menggambarkan bahwa mereka benar – benar musisi profesional. Tentu saja, karena memang semua pemain disini juga hobby bermain musik. Jadi tidak salah jika akting mereka menyerupai pemain musik profesional. Bahkan salah satu aktris disini merupakan anak dari personil band rock legendaris di Thailand.
Latar pada film ini lebih sering di sebuah konser musik dan tempat latihan band atau studio musik. Karena memang film ini sangat kental dengan unsur musikal didalamnya. Musik – musik yang diadikan soundtrack juga sesuai dengan isi dari cerita ini.
Namun, ada satu hal yang kurang masuk akal. Tokoh yang bernama Ped, pada masa kecilnya adalah seorang anak yang sangat bodoh dalam bidang musik. Hingga dia meminta Koong (sahabatnya) untuk mengajarinya bermain gitar. Itupun dia tidak begitu bisa memainkannya. Namun, disaat dia dewasa, dia diajak oleh Koong untuk membuat sebuah band. Anehnya, disitu dia mengambil posisi sebagai seorang pemain bass, sedangkan dia bermain gitar saja tidak begitu lancar. Anehnya lagi, Koong hanya mengajarkan cara bermain bass pada Ped dalam waktu kurang lebih 1 menit. Tentu ini hal yang mustahil. Apalagi, cara Koong mengajarkan bermain bass hanya berkata seperti ini (dalam bahasa Indonesia) “Cara bermainnya begini, kau cukup menghitung satu, dua, tiga, empat. Mudah kan?”. Dalam kenyataan, tentulah tidak semudah itu.
Menurut saya, film ini merupakan film yang berkualitas tinggi, tidak hanya berisi percintaan, tetapi justru kental dengan pershabatan. Sangat cocok untuk disaksikan para remaja, karena mengangakat kehidupannya. Diikuti oleh para pemain yang juga memiliki jam terbang tinggi. Sehingga cukup profesional untuk meminkannya.
Salah satunya adalah tokoh Ped yang diperankan oleh seorang aktor bernama Jirayu La-ongmanee. Dia memerankan tokoh Ped dengan sangat menjiwai dan oke. Sehingga para penonton sangat mendapat ‘greget” dari adegan yang dimainkannya.
Dengan mengsampingkan beberapa kekurangan yang ada, film ini secara keseluruhan bagus dan unik. Para remaja harus menontonnya. Karena pesan yang disampaikan film ini cukup kuat. Sehingga penonton dapat dibuat menangis terharu karenanya. Besar harapan saya agar Indonesia mampu membuat film seperti ini atau bahkan jauh lebih bagus dari film ini.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teks Tanggapan Kritis beserta struktur dan contohnya

TEKS DISKUSI "Dampak Game Online Bagi Para Remaja Di Indonesia"

KRITIK DAN ESAI