Maraknya Pemakaian Rokok Elektrik di Kalangan Remaja


        Di era globalisasi seperti sekarang ini, rasanya semua hal berjalan begitu cepat. Termasuk pertumbuhan anak – anak dan remaja. Bila ditanya tentang apa itu rokok, pasti mereka sudah tidak lagi kesulitan untuk menjawabnya. Bahkan beberapa sumber mengatakan bahwa 70% perokok di Indonesia berusia 16-26 tahun. Menyedihkan bukan?
            Namun, akhir – akhir ini rokok tembakau mulai hilang dari genggaman para remaja. Karena mereka mulai beralih menggunakan rokok elektrik atau biasa disebut vape. Bagi mereka, rokok tembakau sudah menjadi hal yang kuno, sehingga mereka mulai beralih menggunakan rokok elektrik. Mungkin sebagian dari kita masih sedikit berfikir tentang apa itu rokok elektrik, perbedaannya dengan rokok biasa, bahkan dampak dari rokok elektrik itu sendiri bagi kesehatan.
            Sesuai dengan namanya, rokok elektrik menggunakan tenaga baterai. Rokok elektrik tidak menggunakan tembakau yang dibakar untuk dihisap. Karena di dalam rokok elektrik, terdapat semacam tabung yang digunakan sebagai wadah dari cairan yang nantinya dipanaskan dan menghasilkan uap ketika digunakan. Rokok elektrik memang tidak menghasilkan asap, melainkan uap yang mirip asap. Bila sekilas kita melihat orang sedang menghisap rokok elektrik dan menghembuskan nafasnya, seolah – olah asap yang dihasilkan begitu banyak dan melebihi asap dari rokok tembakau pada biasanya. Faktanya, yang kita lihat itu bukanlah asap, melainkan uap dari cairan didalamnya.
            Awalnya, rokok elektrik diharapkan mampu menggantikan rokok tembakau karena rokok elektrik dianggap lebih aman. Mungkin itu adalah salah satu alasan para remaja lebih memilih menggunakan rokok elektrik ketimbang rokok tembakau. Selain itu, cairan didalamnya yang memiliki varian rasa juga ikut menarik minat para remaja untuk menggunakan rokok elektrik. Namun, hal yang perlu diketahui dari rokok elektrik ini adalah kandungan dari cairan yang digunakannya. Mungkin para remaja tidak berfikir apakah cairan yang digunakan untuk rokok elektrik ini aman bagi kesehatan atau tidak. Faktanya, dalam cairan rokok elektrik, masih terkandung nikotin. Artinya, rokok elektrik masih meyebabkan kecanduan bagi penggunanya. Dari sini kita sudah bisa menarik kesimpulan bahwa rokok elektrik tetap tidak aman bagi kesehatan.
            Tak hanya nikotin, uap yang dihasilkan dari rokok elektrik sendiri sebenarnya bukanlah uap air. Karena dalam uap tersebut terkandung nikotin dan zat – zat lain yang dapat mengganggu kesehatan dan mencemari udara. Selain itu, beberapa penelitian lain juga menyatakan bahwa uap yang dihasilkan dapat merusak jaringan paru – paru. Hal ini mengakibatkan kemampuan paru – paru menurun dan mudah ditembus oleh zat dari luar tubuh.

            Dari beberapa pernyataan diatas, jelas dikatakan bahwa rokok elektrik tidak bisa dikatakan lebih baik dari rokok tembakau. Karena kedua rokok tersebut sama – sama berbahaya bagi kesehatan tubuh. Oleh karena itu, orang – orang terdekat dari remaja penggemar rokok elektrik sebaiknya mulai mengingatkan agar mereka meninggalkan kebiasaan mereka. Selain itu, pihak sekolah yang biasa melakukan razia diharapkan terus mengetahui perkembangan – perkembangan terkini seputar dunia remaja. Agar ketika ditemukan barang mencurigakan yang dibawa oleh salah satu murid, guru atau pihak sekolah yang lainnya tidak salah menganalisa. Sehingga, dapat dilakukan tindakan yang tepat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teks Tanggapan Kritis beserta struktur dan contohnya

TEKS DISKUSI "Dampak Game Online Bagi Para Remaja Di Indonesia"

KRITIK DAN ESAI